Self Leadership

q leader kecil

Tahukah kamu siapa motivator terhebat di muka bumi ini, yang bisa mengantarkan kita menggapai sukses di bidang apapun? Sosok motivator itu tak pernah jauh dari diri kita, selalu sedia membimbing kapan saja kita mau. Motivator hebat itu adalah: DIRI KITA SENDIRI.

Pada dekade 1980-an, Charles C. Manz memperkenalkan satu teori yang kemudian dikenal sebagai self-leadership. Inti dari teori ini adalah bahwa untuk bisa menjadi pemimpin organisasi/perusahaan/bisnis yang berhasil orang harus beres dulu memimpin dirinya sendiri. Salah satu syarat utama keberhasilan self-leadership adalah kemampuan seseorang untuk memotivasi dirinya sendiri secara terus menerus.

Ya, sumber motivasi paling original adalah dorongan yg datang dari diri sendiri. Kita mungkin rajin membaca buku motivasi, gemar ikut pelatihan motivasi, suka menyimak petuah-petuah Ippho Santosa, Jamil Azzaini atau Aa Gym. Namun itu semua akan sia-sia jika kita tak memiliki cukup energi untuk memotivasi diri sendiri.

Ada dua modal fundamental yang perlu kita kuasai agar mimpi-mimpi kita tercapai. Pertama, disiplin. Yaitu disiplin belajar sepanjang waktu, mengasah skill terus-menerus sehingga kita expert dalam bidang yang kita tekuni.

Kedua, sabar. Yaitu sabar berproses. Sukses itu ada tahapannya dan butuh waktu. Orang yang tak punya cukup kesabaran jangan berharap berjumpa dengan impiannya. Thomas Alva Edison tak mungkin jadi penemu ulung yang dikenang sepanjang sejarah jika ia berhenti pada percobaan ke-999. Ia berhasil menemukan lampu pijar pada percobaan ke-1000. Allah Swt, dalam Al-Baqarah ayat 153 memberi petunjuk dengan amat terang: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Nah kedua modal fundamental itu akan benar-benar bisa menjadi kekuatan yang utuh manakala kita mampu menjadi pemimpin bagi diri sendiri terlebih dulu. Salah satu indikator bahwa seseorang telah berhasil memimpin diri sendiri adalah; ia mampu memotivasi dirinya sendiri. Motivasi itulah yang akan membawanya terus bergerak, berikhtiar tiada henti kendati begitu besar rintangan yang menghampar di hadapannya.

Bagaimana cara membangun kepemimpinan diri yang utuh? Pelajari dalam buku Q-Leadership; membangun etos kepemimpinan berjiwa perintis.

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Office

Jl. Dahlia 1 Orchid Residence Blok i3, Beji, Kota Depok

Jl. Wisma Lidah Kulon, A-105, Surabaya

Contact

  • 081-5510-22-11
  • biograph.id@gmail.com