Menerobos Kemustahilan

biograph.id–Banyak yang menahan nafas seteleh membaca kisah inspiratif pengusaha muda ini. “Oh ternyata masa kecil Anda dulu memprihatikan banget, ya?”

Kisah hidupnya memang amat dramatik. Umur 2 tahun sudah berpisah dari bapak kandungnya. Dari pelosok Cianjur, ia dibawa transmigrasi oleh sang ibu, bersama kakaknya yang selisih usianya 2 tahun. Kehidupan sebagai kaum transmigran tak banyak menolong mengubah nasib keluarga kecil itu. Kemelaratan dan kesusahan tetap mencekik. Hingga pada umur 10 th (kelas 3 SD) harus jadi PRT meskipun statusnya sebagai anak angkat. Memasak, menyapu, mencuci sudah jadi tugas hariannya. Untuk jerih payahnya itu ortu angkatnya menanggung biaya pendidikan dia, hingga kelak SMP.

Problem ekonomi yang suram terus menghantuinya hingga kelak ia berkeluarga dan punya anak. Tentang kisah kejatuhan dan cara dia keluar dari serba kesulitan itu bisa Anda dalam biagrafi yang saya tulis: Menggapai Impian, Menerobos Kemustahilan.

Sejak lama ia ingin ceritakan masa lalunya yang dilumuri kejatuhan dan kegagalan itu. Sekira Maret 2017 saat bertemu di suatu acara, dia cerita tentang perjuangannya mendirikan perusahaan properti “modal dengkul”, yang kemudian mengangkat taraf hidupnya secara eksponensial. “Modal dengkul” ini bukan kata kiasan, tapi sungguhan. Ia betul-betul memanfaatkan anugerah Allah yang dimilikinya yaitu berupa dengkul untuk jalan sana-sini dengan motor kreditan. Jualan properti sambil belajar.

Hasilnya spektakuler.

Ketika perusahaan properti papan tengah sedang nyungsep di tengah lesunya bisnis properti, anak transmigran ini malah berhasil merangsek ke depan, menerobos hambatan, menaklukkan tantangan yang sepertinya mustahil, dengan kegigihan yang tak terbanyangkan di benak siapa pun. Ya, orang-orang yang pernah membersamai masa lalunya, saya yakin akan geleng-geleng kepala penuh kekaguman menyaksikan pencapaian bisnisnya yang meroket (pinjam istilah Pak Jokowi 🤭)

“Mas, daripada sampean capek cerita begini ke setiap event atau orang, mending ditulis aja,” kata saya waktu itu.

“Memang cerita saya menarik untuk ditulis. Apa nanti gak dibilang narsis?”

Ini adalah pertanyaan standar setiap saya menemui calon klien. Jawaban saya pun selalu sama: “Bukan Anda yg butuh cerita inspiratif Anda, tapi pembaca. Berapa panyak pembaca yang alami nasib yang sama seperti Anda, yang butuh penyemangat, contoh, guide untuk keluar dari situasi sulit yang mereka hadapi. Dengan berbagi kisah jatuh bangun Anda ke mereka, itu sama dengan Anda mengulurkan tangan menolong mereka.”

Dia mulai anggut-manggut.

Singkat cerita, di tengah kesibukannya yang luar biasa baik sebagai pebisnis, motivator maupun aktivis sosial, saya pun mewawancarainya. Lebih sering wawancara kami lakukan pada malam hari, menyiasati waktu luangnya yang pendek itu. Saya pun berkesempatan berkunjung ke tanah kelahirannya yang terpencil di pelosok Cianjur, yang tetap menampilkan warna kemiskinan; mewawancarai ibu kandung dan kakaknya, dua saksi mata kehidupan masa lalunya yang amat jauh dari kemewahan.

Akhir 2018 kemarin buku tersebut dilaunching. Dari laman Facebooknya saya baca komentar para pembaca yang nadanya mirip-mirip: “Buku ini membangkitkan semangat saya dari keterpurukan”, “Saya sdh baca 3 kali”, “membuka mindset positif. Penuh inspirasi” dan komen2 lain. Jika saat ini hidup Anda msh terpuruk, jika Anda gamang ingin memulai bisnis, jika Anda ingin suntikan motivasi yang menyentuh relung terdalam batin Anda dan membangkitkan nyali untuk mengejar impian di bidang apapun, bacalah biografi dari sosok yang luar biasa ini: MENGGAPAI IMPIAN, MENEROBOS KEMUSTAHILAN.

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Office

Jl. Dahlia 1 Orchid Residence Blok i3, Beji, Kota Depok

Jl. Wisma Lidah Kulon, A-105, Surabaya

Contact

  • 081-5510-22-11
  • biograph.id@gmail.com