Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jasa Penulisan Buku Personal dan Profesional Branding

Banyak orang punya ide brilian dan pengalaman mumpuni. Gagasan dan pengalaman tersebut tersemai dalam kehidupan para pemimpin perusahaan, praktisi pendidikan, birokrat, insan-insan kreatif di BUMN, profesional, motivator, politisi dan para ahli di bidang tertentu. 

Sayangnya pada akhirnya ide dan pengalaman tersebut menguap begitu saja dan segera lenyap lalu dilupakan. Kalaupun diingat, ia hanya tersebar di kalangan terbatas dan tak berdampak pada khalayak luas yang sangat membutuhkannya sebagai sumber ilmu dan keteladanan.

Mengapa? Sebab ide dan pengalaman tersebut hanya dibicarakan atau diimplementasikan di kalangan terbatas, tak pernah dituliskan, apa lagi dibukukan. Maka, cara terbaik mengikat gagasan dan pengalaman lalu menyebarkannya kepada khalayak luas adalah dengan cara membukukannya.

Problem klasiknya adalah: mereka tidak punya banyak kesempatan untuk menuliskan ide-idenya sendiri. Sebab itulah mereka perlu bantuan jasa ghost writer atau penulis pendamping untuk membantu membedah, mengonsep hingga menuangkannya dalam sebuah buku yang laik baca. 

 Ghost writer adalah, penulis yang membantu klien untuk membukukan ide, gagasan atau pengalamannya. Selengkapnya baca di sini: Seluk beluk pekerjaan penulis hantu.

 

ahmad bambang

Pak Ahmad Bambang adalah contoh kecil kalangan proresional yang sadar akan kekuatan buku sebagai media untuk menyebarkan gagasan-gagasannya. Komisaris Utama Pelindo III ini tekun menuliskan ide-idenya dan dituangkannya dalam dua buku. 

Saat menjabat Senior Vice President HR Development PT Pertamina, Ahmad Bambang yang karib dipanggil Abe ini menuliskan gagasan-gagasan yang sudah diterapkannya dalam Pertamina: D’Gil! Marketing. Saat menjabat Deputi Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN, ia menulis buku: Marketing Platform for BUMN D’Gil! Marketing 2.

Berkat ide-ide “gila”-nya itu dan kepiawaiannya menuangkannya dalam buku, sejak September 2019 lalu ia Komisaris Pelindo III. Kedua buku tersebut menampatkannya sebagai sosok yang amat menguasai keahliannya.

Mengapa Harus Buku?

Buku menjadi media referensi. Hingga saat ini, buku masih menjadi sumber referensi/rujukan yang otoritatif dibanding media lain, seperti koran dan situs online.

Buku bisa menjadi cereer booster. Misalnya Anda seorang direktur atau manajer di sebuah perusahaan, atau seorang expertise di bidang tertentu yang memiliki pengalaman bertahun-tahun. Ketika Anda membukukan pengalaman tersebut, niscaya keahlian Anda akan lebih diakui oleh pimpinan atau bawahan. Anda akan tampil sebagai seorang professional yang mumpuni di bidang Anda. Dan niscaya hal ini akan berpengaruh pada karier Anda. Pada 2018 lalu, kami bekerja sama dengan PJB PLN untuk membukukan para expertise di bidang keahlian masing-masing. 

Positioning strategi. Ada banyak motivator yang beredar di ranah publik. Namun mengapa hanya nama Tung Desem Waringin, Ippho Santosa, Ary Ginanjar, Bong Candra dan beberapa gelintir motivator saja yang diingat masyarakat? Karena masyarakat mengenal ide-ide mereka melalui buku yang mereka tulis. 

Dari studi kasus ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa masyarakat lebih percaya motivator yang sudah memiliki buku sendiri ketimbang yang hanya mengandalkan kelihaian berbicara di atas panggung. Buku menjadi bukti bahwa para motivator tersebut memiliki otoritas di bidang yang mereka bicarakan.

Efisien. dari segi efisiensi biaya, tak jarang (atau malah lebih sering) proses penggarapan buku lebih efisien dibanding memasang iklan di media massa. Beberapa tokoh atau perusahaan rela menghabiskan ratusan juta rupiah untuk sekali pasang iklan di media massa cetak atau televisi. Padahal, dengan budget yang sama mereka bisa menghasilkan buku-buku dengan kualitas yang sangat baik serta memiliki efek pengaruh yang relatif lebih lama. Buku jelas lebih long-lasting dan monumental dari pada iklan 30 detik atau iklan setengah halaman yang segera lekang oleh waktu.

Buku miliki citra sebagai “barang intelektual”. Artinya, seorang penulis buku hampir pasti dispersepsi oleh publik sebagai orang yang pandai dan ahli (expert) dibidang yang ia tekuni.

Apa yang akan kami lakukan untuk membukukan ide Anda?

Eksplorasi Ide
Kami akan mengeksplorasi ide dan cerita klien. Kemudian menuangkannya ke dalam garis besar plot yang membuat ide­-ide tersebut menjadi jelas.
Konten Original Berdasarkan Ide Anda
Kami menulis berdasarkan ide Anda lalu melengapinya dengan referensi yang relevan. Sehingga buku Anda tampil sebagai karya yang kaya akan khasanah keilmuan dan kebahasaan.
 
Review Kritis, Memastikan Kesempurnaan

Tim kami bekerja secara pararel; melaporkan setiap bab yang selesai ditulis untuk Anda review sembari terus menulis bab berikutnya. Saat proses pengeditan dimulai, seluruh draf diperiksa ulang, diedit dan direvisi beberapa kali untuk memastikan tak ada kesalahan yang terlewat.

Desain yang Intuitif

Segera setelah manuskrip selesai dan disetujui oleh klien, layouter kami menuangkannya ke dalam desain yang impresif; mendesain sampul, mengatur grafis, memberikan sentuhan seni yang menawan.

Apa yang bisa kami tulis
untuk Anda?

  • Motivasi-pengembangan diri.
  • Pengalaman membangun tim di perusahaan.
  • Pengalaman di pemerintahan
  • Pengalaman mengembangkan dan mengimplementasikan terobosan baru yang berkaitan dengan profesi atau jabatan Anda.
  • Pengalaman terkait keahlian di bidang tertentu
  • Implementasi program-program perusahaan atau pemerintahan.

Sebagus dan sebrilian apapun sebuah ide, ia akan tinggal menjadi angan-angan di kepala jika tidak dieksekusi dan dibukukan

Md Aminudin @Biograph
5/5

DENGAN SENTUHAN SENI ILUSTRATOR KAMI, BUKU ANDA AKAN TAMPIL LEBIH MENAWAN DIBANDING LAINNYA

Apa yang dibahas dalam satu bab harus relevan dengan tema utama. Apa yang dibahas dalam sub-bab harus relevan dengan bab tersebut

Tiap kalimat, paragraf harus bisa diterima secara logis. Tidak menyuguhkan kalimat-kalimat bernada indoktrinasi

Antara tema utama yg diangkat (judul), antar bab, antar sub-bab, antar paragraf hingga bab terkhir harus menunjukkan sebuah ide yang jelas dan terstruktur.

Efisien dalam penggunaan kalimat sehingga setiap informasi tersuguhkan secara padat tanpa kesan memanjang-manjangkan halaman.

 

Rasa kata dan kalimat antara menulis artikel dan buku harus beda. Karena jika tidak, buku akan terasa seperti kumpulan artikel yang dipaksakan jadi buku

 

Untuk informasi lebih komplet, silakan klik WhatApp kami

atau silakan melihat PORTOFOLIO kami untuk melacak secara lebih jelas contoh isi buku sudah kami tulis. 

Artikel populer