Menggapai Sukses Hanya Bermodal Ide

Ide itu serupa magnet yang menarik partikel-partikel besi di sekitarnya.

Setiap sukses memerlukan modal. Ini sudah menjadi hukum baku kehidupan. Kalau pernyataan tersebut dibalik maka hukumnya tidak berubah: Anda tidak akan pernah sukses tanpa memiliki modal. Namun pertanyaanya, apakah yang dimaksud modal itu? Apakah ia melulu berwujud uang atau benda lainnya? 

Jika disebut kata modal, maka asumsi kita akan langsung mengarah ke finansial atau hal-hal lain berwujud benda. Ini juga satu di antara sekian mindset yang merusak keberanian sebagian besar kita untuk memulai sesuatu, bisnis misalnya. Saya punya banyak koleksi cerita teman-teman yang punya ide cemerlang namun setelah berjalan sekian tahun ide tersebut tak pernah berubah dari alam ide ke alam nyata. Alasannya; karena tak punya modal. Padahal sesungguhnya ia sudah menggegam modal yang sangat berharga yaitu ide itu sendiri. 

Ide adalah Magnet

Hari ini, membicarakan modal dalam pengertian finansial seolah tidak lagi relevan. Para miliuner era baru telah membuktikan itu. Banyak perusahaan startup yang pada mulanya dirintis dengan modal keringat, kemudian hari tampil menjadi perusahaan pendatang baru yang amat diperhitungkan. Contohnya Alibaba milik Jack Ma. Dia memulai usahanya dengan modal ide. Lalu ide itu ia jual kepada para investor. Investor tertarik dengan ide yang brilian itu lalu rela mengeluarkan uangnya. 

Jadi, sudah cukup bukti bahwa modal finansial bukanlah yang utama dalam berbisnis, atau impian apa pun. Banyak orang yang mengawali bisnisnya dengan modal pinjaman bank, tak sampai hitungan tahun sudah gulung tikar. Modal pun lenyap tak berbekas. Apa penyebabnya? Karena fondasi bisnisnya adalah uang, bukan ide. Seberapun besarnya modal finansial yang Anda miliki, manakala tidak disokong dengan ide yang menjual maka modal itu akan hangus dalam waktu singkat atau lambat. Padahal inti kesuksesan sebuah impian bukanlah modal finansial, tapi justru impian itu sendiri. 

Ide yang ciamik adalah magnet yang mendatangkan uang, begitulah cara kerjanya. Jangan dibalik.

Sang kreator kehidupan, Allah Swt telah membekali kita serangkaian modal berharga yang tak tergantikan oleh apa pun, bahkan teknologi yang paling canggih. Modal berharga dan paling mahal itu adalah akal. Dengan akalnya, manusia diberi kebebasan untuk berinovasi, merancang, mendesain penciptaan-penciptaan baru dengan berbagai bentuk dan variannya. Salah satu varian itu adalah bisnis. Lalu lahirlah perusahaan-perusahaan Trans Corp, Gramedia, Mizan, Go-Jek, Bukalapak dan lain-lain. Lalu muncullah nama-nama besar di bidang masing-masing; Sandiaga Uno, Chairul Tanjung, Achmad Zaky, Ciputra, William Soerjadjaja dan lain-lain. Mereka semua memulai usaha dengan mengandalkan ide, gagasan, strategi. Karena ide dan strategi yang mereka rancang itu menarik, maka berbodong-bondonglah para pemilik uang menanamkan modalnya di sana. 

Sekali lagi cara kerjanya adalah: Partikel-partikel logam mendekati magnet. Bukan sebaliknya. 

Sebetulnya dengan akal, telah lebih dari cukup bagi manusia memulai impiannya. Sayangnya, selama ini mindset kita terkungkung pada pengertian bahwa modal selalu berarti uang. Anda memiliki kecakapan berkomunikasi dengan baik dan pergaulan yang luas adalah modal. Dengan sentuhan kreativitas plus, seorang yang memiliki skill komunikasi yang baik bisa menjadi konsultan, negosiator, makelar, marketing atau youtuber.

Anda yang memiliki keterampilan yang baik dalam hal menulis, bisa menjadi penulis buku, internet marketer, reviewer produk, dan lain-lain. Kehadiran teknologi berbasis internet yang begitu masif sesungguhnya adalah ladang luas yang membuat semua orang—tanpa terkecuali—untuk sukses di bidang apa saja sepanjang mereka mau menguasai ilmunya. 

Karena itu jangan berhenti berpikir. Maksimalkan otak Anda yang maha dahsyat itu untuk menciptakan ide-ide yang menjual. Cogito ergo aum, kata filsuf Prancis, Rene Descartes. Artinya adalah: “aku berpikir maka aku ada”. Afalaa ta’qiluun, kata Al-Qur’an. Don’t you think?, tidakkah kamu berpikir?

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Office

Jl. Dahlia 1 Orchid Residence Blok i3, Beji, Kota Depok

Jl. Wisma Lidah Kulon, A-105, Surabaya

Contact

  • 081-5510-22-11
  • biograph.id@gmail.com