Grit: Saat Ketabahan Batin Diuji

Krisis adalah cara Allah memutar roda kehidupan, memaksa keluar potensi tersembunyi yang terpendam dalam diri manusia.

Krisis adalah bagian problem yang sudah jadi sunatullahnya kehidupan. Sepanjang kita masih bernyawa, masalah–dalam beragam variannya–akan terus terjadi. Bagi mereka yang kabur paradigma spiritualnya, krisis dianggap sebagai tembok penghalang. Sebaliknya bagi mereka yang terang keyakinan spiritualnya, krisis dianggap sebagai cara Allah memutar roda kehidupan, memaksa potensi tersembunyi yang terpendam dalam diri manusia. Ini adalah ucapan mentor hidup saya, Cak Ismail Nachu, yang terus mengeram di kepala.

Ibarat olah raga, problem adalah latihan-latihan buat mengencangkan otot. Semakin sering dilatih, semakin kuat otot dalam tubuh hingga kuat menanggung beban berat.

Belajar dari Elon Musk

Elon Musk adalah sedikit contoh entrepreneur kelas dunia yang tak bosan mengundang masalah. Ide-idenya, sepuluh tahun lalu banyak dicerca oleh orang karena dianggap teralu utopia. Tapi hari ini dunia mengenal pria kelahiran Afrika ini sebagai enterpreneur dan teknokrat terbesar di dasarwasa ini. Ia merevolusi teknologi antariksa dengan SpaceX, mengubah masa depan transportasi dunia dengan Tesla dan Hyperloop, mengubah masa depan energy dengan Solar City, dan masih banyak lagi lainnya.

Dengan kesuksesannya itu, Elon Musk sering di sebut sebagai “Tony Stark” atau “Iron Man” dalam kehidupan nyata. Namun mari berhenti mengagumi kesuksesan Elon Musk. Mari kita melihati dengan paradigma multi dimensi untuk menemukan pelajaran inti dari balik perjalanan hidupnya. Seperti para suksesor lain, hidup Musk dipenuhi kegagalan-kegagalan.

Berikut beberapa daftar kegagalan parah yang pernah dialami Elon Musk. Saya sebut “beberapa” karena pastinya ada sudah mengalami banyak sekali kegagalan-kegagalan kecil yang tidak terekspose.

1995: Ditolak saat melamar pekerjan di Netscape
1996: Dipecat sebagai CEO di perusahaannya sendiri, Zip2
1999: PayPal dianggap sebagai 10 ide bisnis terburuk
2000: Dipecat dari Paypal saat bulan madu
2000: Hampir meninggal akibat malaria serebal.
2001: Rusia menolak menjual roketnya
2002: Rusia menolaknya lagi.
2006: Peluncuran roket pertama dan ledakan pertama SpaceX
2007: Peluncuran roket kedua dan ledakan kedua
2008: Peluncuran roket ketiga dan kegagalan kritis ketiga – bersama satelit NASA
2008: Tesla dan SpaceX di ambang kebangkrutan

2013: Roket pertama gagal mendarat di samudera
2014: Model Tesla S memiliki beberapa masalah dengan pembakaran baterai spontan

2015: Roket keempat meledak saat peluncuran. Roket kedua dan ketiga meledak saat mendarat di sebuah drone ship
2016: Pengiriman Tesla model X tertunda lebih dari 18 bulan
2016: Roket kelima meledak saat peluncuran dengan satelit facebook di Afrika (biaya $300 M)
2016: Kegagalan kritis roket SpaceX keempat, kelima dan keenam saat mendarat di droneship

Berbagai kegagalan itu justru menjadikan otot-otot inovasi Elon Musk menjadi semakin kuat. Alih-alih menyalahkan keadaan atau orang lain lalu menyerah, ujian dan kegagalan itu justru semakin membuat Musk tertantang untuk menaklukkannya. Berkat usaha kerasnya itu, saat ini di kantong Elon Musk tersimpan kekayaan sebesar 36 miliar dolar. Silakan konversikan ke rupiah, maka Anda akan dibuat geleng-geleng kepala.

Orang Indonesia memang gampang terkagum dengan pencapaian seseorang. Tapi jarang menengok dan mencari tahu mengapa seseorang bisa sukses dan bagaimana caranya sukses? Atau sebaliknya, ada kecenderungan mencurigai seseorang yang mencapai sukses dalam waktu singkat; jangan-jangan ia memelihara tuyul, jangan-jangan ia menipu, jangan-jangan …. Sikap skeptis seperti inilah yang menyeret kita pada penjara mental pecundang.

Mari kita melihat kesuksesan Musk dengan paradigma multi dimensi agar kita menemukan kunci suksesnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Prof Angela Duckworth yang kemudian dituangkan dalam buku Grit: Kekuatan Passion dan Ketabahan, anak-anak yang dibesarkan dalam kesulitan akan berpotensi meraih kesuksesan di masa depan dibandingkan anak yang sejak kecil terbisa dituruti semua permintaannya. Sejak kecil mereka sudah belajar arti ditolak dan gagal sehingga lambat laun membentuk mental tahan banting—Angela Duckworth menyebutnya sebagai Grit.

Dalam bahasa kita Grit diartikan sebagai ketabahan batin. Angela Duckworth mengatakan, bakat dan pendidikan saja tidaklah cukup, bahkan bukan penentu utama kesuksesan. Passion dan ketabahanlah yang membuat seseorang mampu bertahan dalam derita, ujian dan kejatuhan untuk secara konsisten membangun kesuksesannya. Untuk bergerak menuju sukses seseorang harus melewati jalan berliku yang itu hanya bisa pelajari lewat pengalaman langsung, yaitu Passion (mencintai pekerjaan) dan Grit (etos tahan banting).

Krisis demi krisis yang kita hadapi akan memperkuat ketahanan mental. Sehingga kita akan lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan buruk yang terjadi di depan. Krisis adalah momentum untuk lebih banyak belajar, mengasah pisau kreativitas agar kita tetap bisa beradaptasi dengan segala situasi. Dan krisis dalam bentuk apapun hanya bisa dilalui oleh mereka yang bermental—meminjam istilah Dr. Paul G. Stoltz—Climber (pendaki yang mencapai puncak).

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Office

Jl. Dahlia 1 Orchid Residence Blok i3, Beji, Kota Depok

Jl. Wisma Lidah Kulon, A-105, Surabaya

Contact

  • 081-5510-22-11
  • biograph.id@gmail.com