Ghostwiter The Untold Stories: Gudang Rahasia Kehidupan Pribadi

Novel Biografi penderita penyakit autoimun

Profesi sebagai ghostwriter menghantarkan saya pada banyak pengalaman berinteraksi dengan sejumlah manusia dari beragam latar belakang, karakter dan keinginan. Dari mereka saya memperoleh satu pengertian bahwa hidup manusia itu memang penuh warna. Seperti halnya pengalaman berikut.

“Saya sendiri yang akan carikan beliau istri kedua,” ujar istri pengusaha tajir itu dengan sungguh-sungguh, sesaat sebelum membedah buku biografi suaminya yang saya tulis. Saya sempat melongo dibuatnya.

“Anda mengira saya basa-basi, kan?” dia tampaknya membaca pikiran saya. “Saya sungguh-sungguh,” lanjutnya. Saya tengok kanan kiri. Kebetulan waktu itu istri ikut. Syukurlah dia sibuk dengan ponselnya. Lalu diapun bercerita segala hal tentang rumah tangganya naik turun bagai roller coaster.

Etika Seorang Ghostwriter

Begitulah, dari klien ghostwriter saya banyak menerima curhatan yang paling intim. Rahasia yang paling rahasia. Aib yang paling aib. Air mata yang paling memedihkan. Tak jarang dalam sesi wawancara saya jeda sejenak, memberi kesempatan klien menuntaskan tangisnya. Apa pun kondisi klien, saya harus jadi pendengar yang baik. Saya harus bisa jadi teman curhat yang nyaman sekaligus aman.

Dan itu memang syarat yang saya sampaikan kepada klien ghostwriter. “Selama proses penulisan, anggaplah saya teman curhat Anda. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Soal apakah nanti ada cerita yang off the record, silakan sampaikan, mana yang perlu ditulis dan mana yang tidak. Atas nama profesi, saya akan simpan rahasia Anda sampai akhir hayat.”

Ya, sebagai ghostwriter saya harus menjaga etika tersebut, yaitu menggenggam dengan erat rahasia pribadi yang diungkapkannya kepada saya.

Menangkap Gelombang Perasaan

Menulis biografi berarti menuliskan kehidupan seseorang secara jujur, apa adanya. Karenanya sedapat mungkin saya harus bisa menangkap jeritan terdalam perasaannya, memasuki alam pikirannya, menggali memori alam bawah sadarnya hingga ke titik yang paling intim. Dengan begitu tulisan saya punya ruh, karakter, melodi, spirit, seolah-olah menuliskan kisah saya sendiri. Inilah bagian yang paling sulit sekaligus paling menantang dari proses penulisan biografi atau otobiografi, yaitu saat kita menyatu dengan cerita nara sumber. Pengalaman menulis novel memang sangat membantu saya melakukan proses intimasi dan mengalirkannya dalam cerita.

Ada banyak hal yang akhirnya berhasil saya ungkap, yang seakan sudah menjadi pola rangkaian kehidupan orang-orang sukses; bahwa sebagian besar klien saya—kalau tidak seluruhnya—punya trauma masa lalu yang membekas dalam benaknya. Bertahun-tahun mereka berjuang dalam pergolakan batin yang tak mudah, hingga kemudian mereka bisa berdamai dan memaafkan takdir kehidupannya yang sudah lewat.

Baca juga:

Penulisan Authorized Biography, Memoar dan Novel Biografi
Jasa Penulisan Biografi Kredibel

Energi Positif dari Trauma Masa Lalu

Saya teringat teori psikolog & filosof Swiss, Carl Gustav Jung yang mengatakan bahwa apa yang dialami manusia di masa lalu tak pernah benar-benar lenyap. Ia mengendap di alam bawah sadar, yang secara tak sadar pula mempengaruhi keputusan-keputusan seseorang di masa mendatang. Bedanya, orang-orang sukses mampu mengelola bisikan alam bawah sadarnya dan mengubahnya menjadi energi positif untuk kehidupan yang lebih punya arti.

Misalnya ada salah satu klien yg mengungkapkan sakit hati terhadap pamannya yang memperlakukannya secara tidak manusiawi. Sakit hati itu kemudian bergumul menjadi dendam, yang suatu saat nanti ingin ia lampiaskan. Namun syukurlah ia mengalirkan energi dendam itu ke hal yang positif; menjadi pengusaha sukses hingga bisa mengalahkan gurita bisnis pamannya.

Saya juga pernah menghadapi klien (perempuan) yang menderita penyakit langka sejak bayi, yang tetap memilih hidup sendiri hingga usia 56 tahun sebab khawatir kesehatannya akan mengganggu pernikahannya. Orangtua dan saudara-saudara mengucilkannya, menuduhnya sebagai anak yang dikutuk karena menghabiskan harta orangtua sebab penyakit langka dan aneh itu. Tapi, dengan tubuh yang dilumuri kesakitan dan batin yang diremas kekecewaan itu ia mampu bangkit menjadi pengusaha sukses bidang kesehatan.

Tak jarang, momen-momen dramatik itu terbawa dalam pikiran saya selama berhari. Istri saya sudah mafhum. Kalau saya sedang tak ingin diganggu, berarti saya sedang dalam posisi menerima “wangsit”, mencerna kisah-kisah yang mengguncang jiwa itu.

Pada akhirnya, berbagai pengalaman beriteraksi dengan klien itu membuat saya sadar; kehidupan seseorang itu tidak pernah hitam putih. Ia berwarna. Bahkan jumlahnya mungkin melebihi 100 juta warna yang bisa dikenali oleh orang dengan kemampuan tetrachromacy sekalipun. Dan tugas penulis adalah menggubahnya menjadi lukisan yang indah, menjadi mata air hikmah yang siap direguk siapa saja.

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Office

Jl. Dahlia 1 Orchid Residence Blok i3, Beji, Kota Depok

Jl. Wisma Lidah Kulon, A-105, Surabaya

Contact

  • 081-5510-22-11
  • biograph.id@gmail.com