Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Buku Sejarah Perusahaan dan Institusi Non-Bisnis

Kisah Epik Korporasi

Kini menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap institusi untuk membukukan sejarah perusahannya. Karena sebuah buku sejarah perusahaan dapat memantapkan positioning strategi sekaligus eksistensi perusahaan tersebut di mata khalayak. 

Sebuah kesuksesan tidak terjadi dalam semalam. Di balik pertumbuhan dan perkembangan sebuah perusahaan atau lembaga sosial pasti ada serangkaian kisah jatuh-bangun yang mewarnai perjalanannya sebelum menjelma menjadi institusi yang berdiri kokoh seperti saat ini. Di dalamnya ada proses, penemuan nilai-nilai serta kultur yang kemudian menjadi satu tarikan nafas institusi tersebut.

Ini tidak terbatas pada institusi bisnis, tapi juga institusi sosial non bisnis seperti yayasan, sekolah, LSM dan sejenisnya

Sebagai contoh, sebelum seperti saat ini, Apple pernah berada di ujung tanduk. Berkat kepiawaian Steve Jobs, maka Apple bisa bangkit bahkan menjadi salah satu perusahaan teknologi paling tajir selama satu dekade terakhir. Lewat buku sejarah perusahaan masing-masing kita bisa menyimak perjalanan nan heroik dan dramatik perusahaan Honda, Toyota dan perusahaan lainnya. 

Pada 2018 lalu tim kami dipercaya menulis sejarah perusahaan PT Pelindo III dan anak usahanya PT Jakarta International Container Terminal (PT JICT) Jakarta, yang perjalanannya begitu penuh tikungan. Kami bedah berbagai referensi terkait liku-liku perjalanan perusahaan yang bergerak di sektor pelabuhan tersebut dimulai sejak zaman kemerdekaan, gonjang-ganjing reformasi hingga perkembangannya di masa kini. Buku tersebut terbit dengan judul: Teluk Jakarta. 

Pada 2019, sebuah lembaga pendidikan terbesar di Kalimantan Timur juga menunjuk tim kami untuk menulis kisah jatuh bangun institusi pendidikan yang kini berusaha 17 tahun tersebut. Pada tahun ke-12 institusi pendidikan yang mengelola pendidikan dari tingkat Paud hingga SMA tersebut diterjang prahara akibat mismanajemen yang membuatnya terjun bebas menuju kebangkrutan. 

Syukurlah, berkat tangan dingin direktur baru yang memang punya pengalaman panjang sebagai profesional di PT Pupuk Kaltim dan pemerintahan daerah, kisah kejatuhan institusi pendidikan tersebut berhasil dicegah. Bahkan kini menjadi salah satu lembaga pendidikan swasta terbesar di Kalimantan Timur dengan fasilitas yang lengkap dan memadai. Buku tersebut terbit dengan judul: 2 Windu Asy-Syaamil.

Cerita-cerita korporasi seperti di atas meninggalkan pesan berharga bagi pembaca, bahwa jatuh bangun adalah kodrat kehidupan. Dari sini pembaca dapat belajar tentang kebijaksaan saat menghadapi krisis dan bagaimana mengatasinya. Bagi institusi yang bersangkutan, dengan menuliskan sejarahnya maka bisa menjadi pemantik semangat sekaligus cermin buat jajaran manajemen hingga karyawan akan perjuangan para founding father terdahulu.

Buku-buku sejenis yang telah kami tulis

Cerita Program CSR

Selain buku sejarah yang utuh memotret perkembangan perusahaan dari nol, cerita program CSR dan sejenisnya pun laik dibukukan. Lewat buku semacam ini, perjalanan program dapat terdokumentasi dengan baik sekaligus bisa menjadi bahan laporan untuk klien atau donatur. 

Sebagai contoh, kami pernah membukukan cerita tenaga pendidik di Jawa Timur. Menceritakan secara epik dan menyentuh tentang perjuangan para guru yang mengajar di daerah terjauh, terluar dan tertinggal. Program tersebut diinisiasi oleh Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Buku yang kaya cerita dan foto tersebut terbit dengan judul: Jatim Mengajar

Kisah Kemanusiaan

Seberapapun besarnya keberhasilan sebuah institusi, ia tetaplah benda mati. Ia bergerak dinamis dan menjadi mempunyai cerita karena digerakkan oleh manusia sebagai lakon utama rangkaian cerita tersebut. Maka tak terelakkan lagi ketika menulis sejarah sebuah perusahaan sebenarnya kita sedang menulis tentang manusia-manusia di balik perusahaan tersebut. Di dalamnya ada kisah-kisah kemanusiaan; sedih gembira, putus asa dan harapan, kekalahan dan kemenangan.  

Oleh karena itu, amatlah perlu bagi perusahaan atau lembaga sosial untuk membukukan sejarahnya. Selain sebagai sebuah album memorabilia yang hidup, sebuah buku dapat menghantarkan citra sebuah korporasi menjadi tampak bergengsi dan penuh dedikasi. Buku tersebut juga dapat menjadi sarana komunikasi korporasi yang memiliki bobot intelektual dibanding, misalnya selembar iklan di koran atau beberapa menit di TV.  

Mengapa perusahaan perlu memiliki buku sejarahnya?

  • Menularkan semangat perjuangan, falsafah, visi-misi para founding father.
  • Untuk menjadi sumber inspirasi, rujukan, cermin bagi jajaran manajemen dan pengurus sesudahnya.
  • Mentransfer nilai, value dan kultur perusahaan kepada karyawan.
  • Memperkuat positioning strategi.
  • Meningkatkan kepercayaan partner dan konsumen.
  • Dokumentasi profil dan sejarah perusahaan

Institusi apa saja yang kisahnya laik dibukukan?

  • Perusahaan swasta maupun pemerintah.
  • Sejarah kota pemerintah daerah atau provinsi.
  • LSM/NGO
  • Perjalanan kiprah CSR
  • Lembaga Pendidikan.
  • Perjalanan program

DENGAN SENTUHAN SENI ILUSTRATOR KAMI, BUKU ANDA AKAN TAMPIL LEBIH MENAWAN DIBANDING LAINNYA

Untuk informasi lebih komplet, silakan klik WhatApp kami

atau silakan melihat PORTOFOLIO kami untuk melacak secara lebih jelas contoh isi buku sudah kami tulis. 

Artikel populer