Menguak Takdir

pohon hrp

Oleh M. Qodari (Direktur Indobarometer)

Membaca naskah buku biografi Isro Umarghani, Wakil Walikota Bontang 2011-2016, is “quite a story” (terjemahan bebasnya: ceritanya menarik). Istilah saya kutip dari Sirikit Syah – penulis terkenal dari Surabaya – yang meminta saya menulis pengantar buku ini.

“Quite a story” karena perjalanan hidup Isro memang cukup dramatis. Dari seorang anak kampung yang tinggal jauh di pelosok Nganjuk, Jawa Timur, meneruskan STM dengan susah payah di Kediri, tidak punya uang untuk melanjutkan kuliah, menjadi buruh di pabrik baja, merantau ke Bontang, Kalimantan Timur, meniti karier dengan tekun di PT Pupuk Kaltim, sampai akhirnya pindah kuadran menjadi anggota DPRD Kota Bontang, dan akhirnya kini menjadi Wakil Walikota Bontang.

Cerita anak dusun yang berhasil jadi orang sukses memang bukan cerita baru, namun setiap kali membaca cerita demikian, tetap saja kita akan terkagum-kagum, turut memanjatkan syukur pada Yang Maha Kuasa, dan mendapatkan inspirasi dan bahkan “pembenaran” darinya. Istilah ‘pembenaran’ ini mungkin akan dirasakan oleh mereka-mereka yang pernah sama-sama mengalami kesulitan hidup, meniti tangga kehidupan, dan mencapai kondisi yang lebih baik, bahkan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Dengan kata lain, perjalanan “menguak takdir”.

Kalau dirumuskan, kunci sukses dari seorang Isro Umarghani pada dasarnya ada dua. Yakni kompetensi dan “attitude” (sikap). Dua kunci ini adalah dua aspek yang selalu menandai pencapaian Isro dalam hampir semua tahap kehidupannya. Sebagai seorang anak STM yang hidup sendiri di Kota Kediri, jauh dari rumahnya, Isro berhasil mencapai prestasi akademik yang baik sekaligus mampu menopang biaya hidupnya dengan membantu kawan-kawannya membuat tugas gambar sekolah. Hal ini dimungkinkan karena Isro anak cerdas, tekun, pendiam, dan tidak “neko-neko”.

Dua aspek ini pulalah menjadi dasar dari sukses karier seorang Isro di Pupuk Kaltim. Beruntung, meski bukan sarjana, Isro bisa berkembang karena pada dasarnya pintar, memiliki kemampuan menyerap ilmu yang di atas rata-rata. Tapi pintar saja tidak cukup. Isro juga tekun, sopan¸ mau belajar dan berbagi dengan anak buahnya.

Satu hal lagi, Isro beruntung bertemu seorang atasan di Pupuk Kaltim yang kemudian menjadi mentornya. Atasannya ini (Bapak Arifin) seperti melakukan “talent scout” dan membimbingnya ke jalan kariernya yang lebih baik. Mulai dari belajar ke luar negeri, sampai naik pangkat, ada tangan Pak Arifin di sana. Harus diakui, kehadiran seorang mentor atau talent scouter sangat penting dalam proses perkembangan seseorang. Namun mentor hanya akan datang atau muncul bila seseorang memiliki kompetensi dan sikap yang baik. Isro memiliki itu, maka mentor pun mendatanginya.

Salah satu keistimewaan Isro lainnya adalah religius dan berjiwa sosial. Karena itu, ia aktif di bidang kerohanian Islam, menghidupkan masjid, membangun sekolah Islam terpadu bersama teman-temannya, semuanya demi kemajuan masyarakat di sekitarnya. Dengan latar demikian figur Isro berkembang, tidak hanya sebagai profesional yang berkualitas (yang dibuktikannya di Pupuk Kaltim), tapi juga dalam aktivitas sosial. Aktivitas sosial inilah yang pada gilirannya berakumulasi menjadi modal sosial, kemudian modal politik, sehingga akhirnya ia dilamar partai politik (Partai Keadilan Sejahtera) untuk menjadi caleg dan selanjutnya terpilih sebagai wakil ketua DPRD Bontang.

Baca juga: Wawali Bontang Luncurkan Biografi

Pada awalnya, Isro Umarghani mengalami “gegar budaya”, gegar antara budaya organisasi bisnis profesional seperti Pupuk Kaltim yang disiplin, rapi dan transparan vs budaya organisasi DPRD tidak disiplin, tidak rapi dan kurang transparan. Di sini Isro menunjukkan kualitasnya. Ia tidak larut dengan budaya organisasi DPRD yang ada tapi justru melakukan perombakan (bahasa kerennya “reformasi”) ke dalam tubuh DPRD Bontang. Ia buat anggaran DPRD yang tidak transparan menjadi transparan.

Bukan itu saja, catatan kerja Isro yang terkenal termasuk menolak program pipanisasi gas dari Bontang ke Jawa yang dikenal sebagai Proyek Kalija (Kalimantan-Jawa). Isro menolak dengan dasar analisis bahwa hal itu akan menyebabkan cadangan gas Bontang cepat habis. Apalagi biaya pembuatan Proyek Kalija juga terlalu mahal secara ekonomi. Dalam buku ini diceritakan bagaimana pengalaman dan pengetahuan Isro di bidang teknik sangat membantunya memahami dan menjelaskan persoalan Kalija pada pihak terkait, termasuk pemerintah pusat. Tidak ketinggalan manuvernya yang “selincah kancil” untuk menemui Presiden SBY waktu itu, demi perjuangan menghentikan Proyek Kalija.

Semua prestasi dan kinerja yang baik tadi pada gilirannya tidak hanya membuat Isro terpilih jadi anggota dan wakil Ketua DPRD Bontang kedua kalinya pada 2009. Pada 2010, Adi Darma, mantan Sekda Kota Bontang, mengajaknya maju sebagai wakil walikota Bontang. Dengan perjuangan yang tidak mudah, akhirnya pasangan Adi Darma-Isro Umarghani terpilih sebagai Walikota – Wakil Walikota Bontang periode 2011-2016. Isro – anak kampung yang saking miskinnya hingga tidak mampu kuliah itu – kini telah menguak takdirnya yang nyaris tidak mungkin, yakni menjadi wakil walikota di negeri orang!

Lebih dari itu, Isro telah menunjukkan satu hal yang langka tapi ideal, yakni bagaimana seorang politisi seharusnya bekerja dan membawa manfaat bagi rakyatnya. Sebagai politisi, Isro menunjukkan profesionalismenya dalam pengertian yang sebenarnya. Dia mampu mengubah situasi, bukan diubah oleh situasi. Menjadikan DPRD, dan semoga Kota Bontang, menjadi lebih baik. Bila dinyatakan bahwa kaum profesional bisa bermanfaat di jabatan politik, Isro Umarghani adalah contoh terbaik.

Pada akhirnya, apa yang dicapai Isro adalah buah dari segala hal yang pernah dilakukannya. Boleh dikata, Isro Umarghani adalah contoh seorang kader PKS “par excellence”. Kader yang mencerminkan slogan PKS: bersih, peduli, dan profesional. Ia telah bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, lingkungannya dan masyarakatnya.[]

(Tulisan ini dibuat sebagai kata pengantar Biografi “Pohon Harapan”, 2015)

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Office

Jl. Dahlia 1 Orchid Residence Blok i3, Beji, Kota Depok

Jl. Wisma Lidah Kulon, A-105, Surabaya

Contact

  • 081-5510-22-11
  • biograph.id@gmail.com