Asy-Syaamil; Kisah Epik Sebuah Sekolah dari Emperan Masjid

Daarul Hikmah Boarding School (DHBS) Asy-Syaamil, Bontang
Daarul Hikmah Boarding School (DHBS) Asy-Syaamil, Bontang

Bermula dari emperan masjid, saat ini Yayasan Asy-Syaamil Bontang mengelola lembaga pendidikan dari jenjang KB hingga SMA. 2000 lebih siswa bernaung di bawah yayasan holding yang mulai dirintis sejak 2003 lalu.

Suatu hari di tahun 2003, Isro Umarghani, Sudihardi dan Makruf Effendy mendiskusikan sebuah ide yang kelak belasan tahun kemudian mewujud jadi monumen bersejarah. Monumen itu bernama; Asy-Syaamil.   

Yang mereka diskusikan dalam pertemuan itu adalah kemungkinan mendirikan lembaga pendidikan Islam Terpadu. Ide tersebut berangkat dari pemikiran bahwa pendidikan adalah pintu masuk paling efektif untuk melakukan perubahan, menyiapkan generasi gemilang di masa depan. Karena itu dalam pemikiran ketiganya sekolah yang hendak mereka dirikan nanti bukan sekolah biasa, tetapi sekolah unggulan yang merepresentasikan nilai-nilai Islam tanpa harus menanggalkan keunggulan akademik.

Seiring waktu, ide tersebut menggelinding mendekati titik konkret. Mereka melakukan survei ke salah satu sekolah Islam di Samarinda. Dalam amatan mereka, sekolah tersebut sangat cepat berkembang untuk sebuah lembaga pendidikan yang baru berusia 3 tahun. Kendati pun singkat, momen survei itu amat menentukan keputusan mereka selanjutnya. Kesimpulannya intinya, ide mendirikan sekolah Islam unggulan di Bontang sangatlah realistis.

Nama Asy-Syaamil terpilih lewat voting

Isro Umarghani, Direktur dan Pendiri Yayasan Asy-Syaamil Bontang

Seperti sebijih benih yang menunggu untuk rekah dari tanah, mereka segera menyambut momentum itu. Pasca kunjungan itu diundanglah sejumlah orang yang dianggap concern dalam dunia pendidikan yang akan dilibatkan dalam pendirian yayasan. Empat belas orang hadir dalam pertemuan itu.

Salah satu hal penting yang menjadi titik pusat diskusi adalah ihwal nama yayasan. Ada beberapa usulan, antara lain Al-Quds, Qordoba. Sementara Isro mengusulkan nama Asy Syaamil. Isro menjelaskan Asy-Syaamil berasal dari kata Syumul yang artinya komprehensif atau lengkap. Dalam pandangan Isro lembaga pendidikan yang hendak didirikan harus memiliki visi mencetak SDM yang tidak hanya cakap secara intelektual dan akademik, tetapi juga akhlak dan iman. Mereka memutuskan untuk mengambil voting untuk memilih nama paling bagus di antara yang bagus itu. Dari voting terpilihlah Asy Syaamil sebagai nama yayasan sekaligus nama sekolah.

Pada 7 Februari 2003 bendera Asy-Syaamil pun mulai berkibar. Dalam akta notaris tertulis Yayasan Asy-Syaamil Bontang. Nama yayasan itu pula yang disematkan sebagai nama sekolah pertama, yaitu Sekolah Dasar Islam Terpadu atau disingkat SD IT Asy-Syaamil. Kelak, Yayasan Asy-Syaamil membuka jenjang pendidikan KB, hingga SMA dengan nama yang berbeda, juga payung yayasan yang berbeda sebelum akhirnya dimerger pada 2016.

Membeludak di Tahun Pertama

Untuk memperkenalkan sekolah ini pada khalayak, Asy-Syaamil masih mengandalkan media promosi konvensional, yaitu brosur dan word of mouth (dari mulut ke mulut). Harapan para pengurus tidaklah muluk, terpenuhi kuota satu kelas dengan 20-an murid sudah cukup memuaskan untuk sekolah yang baru membuka kelas pertama. Tapi di luar dugaan, calon siswa yang mendaftar membeludak jauh melebihi perkiraan; 56 murid. Tentu saja ini menggelembungkan semangat para pengurus karena menjadi pertanda bahwa ide mereka disambut masyarakat.

Namun ada persoalan lain. Membludaknya murid juga berarti Asy-Syaamil harus menyediakan dua ruang kelas sekaligus. Dan di sinilah kendalanya, sekolah baru itu belum memiliki gedung sendiri. Tapi, dengan spirit man jadda wajada tak ada istilah jalan buntu. Para pendiri meyakini antusiasme orang tua mendaftarkan anaknya adalah amanah yang mesti dijawab seberapa pun rumitnya persoalan yang menghadang.

Alhamdulillah, jalan keluar pun datang.

Di sebelah Mesjid Al Furqon Pupuk Kaltim ada beberapa ruangan kosong yang biasanya digunakan untuk kamar atau rapat pengurus masjid. Para pengurus Asy-Syaamil meminta izin kepada pengurus Masjid Al Furqon untuk memanfaatkan dua ruangan tersebut untuk ruang kelas. Alhamdulillah, izin pun turun. Lantas ruangan itu pun disulap menjadi kelas.

Di dua ruangan sederhana itulah Asy-Syaamil memulai catatan sejarahnya yang paling berharga. Yaitu ketika ide, visi, misi dan cita-cita para pendirinya mulai ditabur dan disemaikan.

Satu peristiwa yang perlu juga dicatat sebagai dinamika di tahun-tahun awal adalah adanya penolakan dari sejumlah pihak. Saat itu santer terdengar selentingan sekolah akan didemo sekelompok ibu-ibu di sekitar Masjid Al Furqon. Mereka khawatir sekolah baru ini hanyalah kedok untuk kampanye partai politik, berhubung saat itu Isro dikenal aktif terlibat dalam salah satu partai politik.

Mendengar selentingan itu, para pengurus tak tinggal diam. Secara persuasif mereka melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat, menerangkan bahwa tujuan berdirinya Asy-Syaamil murni untuk memajukan dunia pendidikan di Bontang. Alhamdulillah, pendekatan persuasif itu segera meredakan gejolak. Demo pun urung terjadi.

(bersambung: Romantika Tahun Kedua)


*Dinukil dari buku:

  • Judul : 2 Windu bersama Asy-Syaamil
  • Penulis : Md. Aminudin
  • Penerbit: Yayasan Asy-Syaamil, 2019

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Office

Jl. Dahlia 1 Orchid Residence Blok i3, Beji, Kota Depok

Jl. Wisma Lidah Kulon, A-105, Surabaya

Contact

  • 081-5510-22-11
  • biograph.id@gmail.com